OUR TRACK RECORD

Global Geopark Network berdiri Pada tahun 2014 dan menjadi program UNESCO pada tahun 2015 dengan 195 negara anggota. Niat pemerintah kabupaten Raja Ampat untuk menerapkan dan mengimplementasikan konsep pembangunan daerah secara berkelanjutan melalui Geopark sangatlah besar.

Keinginan ini disampaikan kepada pemerintah pusat, melalui kementrian koordinator Bidang Kemaritiman. Komitmen pemerintah Raja Ampat dimulai dengan dikeluarkan SK Bupati No. 236/2016 tentang LEMBAGA PENGELOLA GEOPARK RAJA AMPAT.

Selanjutnya, pada tahun 2017 Raja Ampat ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Geopark Raja Ampat yang dibangun secara bottom-up, dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan para pemangku kepentingan, menyatakan keinginannya untuk dapat ditetapkan menjadi Geopark Nasional.

Keberhasilan Raja Ampat menjadi Geopark Nasional akan mengangkat derajat kegiatan konservasi, pendidikan, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Unsur warisan geologi dari aspek batuan menunjukkan bahwa Geopark Raja Ampat merupakan rekaman sejarah geologi yang mewakili sepersepuluh proses evolusi Bumi yang telah berumur 4,5 milyar tahun.

Warisan non-geologi di kawasan Geopark Raja Ampat, yaitu keanekaragaman hayati dan budaya (masa kini, masa lalu) mempunyai pertalian yang erat dengan warisan geologi, sebelum akhirnya membentuk penggalan cerita sejarah Bumi yang utuh.

Demikian pula dengan warisan intangible, yang semuanya merupakan refleksi dari sejarah, adat istiadat, kepercayaan, dan kearifan lokal masyarakat setempat. Aneka warisan Bumi itu terlindungi dalam bentuk peraturan perundang-undangan nasional, sehingga memperkuat aspek konservasi warisan geologi dan warisan non-geologi yang ada.

Geopark Raja Ampat menuju UNESCO Global Geopark dimulai dari tahun 2020 dengan menyusun masterplan berdasarkan landasan-landasan, di antaranya: 16 Fokus UNESCO Global Geopark, Sustainable Development Goals (SDGs), Peraturan Presiden Republik Indonesia, Deklarasi Coral Triangle, dan Deklarasi Manokwari.

Geopark Raja Ampat memiliki keistimewaan sebagai kawasan Geopark yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga sebagian daerahnya terdapat di belahan Bumi utara dan sebagian lagi di belahan Bumi selatan. Hal inilah yang menginspirasi tag-line Geopark Raja Ampat, yaitu ‘’Zamrud Kars Khatulistiwa.’’

OUR VISION, MISSION & GOALS
  • VISION
  • MISION
  • GOALS
VISION
OUR VISION

Celebrating geological heritage, biodiversity, and culture to improve community welfare through sustainable use and sustainable development throughout the aUGGp Raja Ampat area.

MISION
MISI KAMI
  1. Realizing the protection of geological heritage and preserving it in a sustainable manner through education and development of Geotourism, as well as strengthening the role of various parties through education on reducing geological disaster risk in Raja Ampat.
  2. Realizing the conservation and education of biodiversity and its ecosystems and understanding climate change, as well as conserving it sustainably for the welfare of local communities in Raja Ampat.
  3. Realizing the strengthening and preservation of cultural heritage in a sustainable manner for the welfare of local communities in Raja Ampat.
  4. Realizing sustainable geotourism with professional governance, by strengthening the role of local communities and local and global networks, for the economic growth of communities in Raja Ampat.
GOALS
TUJUAN KAMI
  1. Menjamin pelestarian warisan geologi dengan menciptakan fasilitas pendidikan dan penelitian berkualitas dunia, serta memperkuat peran berbagai pihak terkait pendidikan geowisata dan pengurangan risiko bencana di Raja Ampat.
  2. Creating space & opportunities as world quality learning and research media on biodiversity conservation and its ecosystems, as well as understanding climate change and its sustainable use for the welfare of the people of Raja Ampat.
  3. Mengoptimalkan peran serta masyarakat adat dan masyarakat lokal dalam memperkuat dan melestarikan warisan budaya secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Raja Ampat.
  4. Develop governance and wise use of data sources, by utilizing local and global networks, related to the implementation of tourism and regional economic growth in Raja Ampat.
OUR TEAM

MANAGEMENT BODY

By referring to Regents Mandate No. 263 year 2016, issued in December 19 2016, regarding the organization in charge and management structure for the Raja Ampat Geopark, The Geopark shall be managed by a group of stakeholders consisting the representatives from local government and community.

The Regent of Raja Ampat will be the person in charge for the Geopark. Within the operation, the Regent will be assisted by some advisors; the advisors with the capability and knowledge regarding sustainable economical development will be the Vice Regent and the Region Secretary. The advisors are assigned to give insights and ideas in solving problems that may occur during the operation of the Geopark.

KEMITRAAN

The Raja Ampat Geopark is managed in a multi-stakeholder manner ; using penta-helix model involving five main sectors, namely :

(1) Local Government;

(2) Academics;

(3) Local Communities;

(4) Business World; and

(5) Media, become a part of the management agency.

So of course the Raja Ampat Geopark supports and influences sustainable development, development policies, and the strategy of the Raja Ampat Regency Government.

©2022 Raja Ampat Geopark Management Body.

Seluruh hak cipta.

id_IDIndonesian